Latest Games :

Free Template »

Bookmark and Share
Home » , » Myanmar Bantah Retas Akun Email Wartawan NEW

Myanmar Bantah Retas Akun Email Wartawan NEW

Sabtu, 23 Februari 2013 | 0 komentar

detail berita
Ilustrasi (Foto: BBC)
NAYPYIDAW - Pemerintah Myanmar membantah pihaknya berada di belakang peretasan akun email wartawan yang bekerja untuk media asing dan lokal. Bantahan Myanmar itu menyusul peringatan Google, bahwa kemungkinan para wartawan itu telah menjadi sasaran penyerang yang "disponsori" sebuah negara.

Dilansir dari ABC News, Selasa (12/2/2013), setidaknya 12 wartawan, termasuk seorang koresponsen The Associated Press yang berbasis di Yangon, menerima pesan peringatan dari Google. Pesan itu berbunyi "Kemungkinan ada usaha untuk menganggu akun Anda atau komputer Anda".

Seorang juru bicara Google, Taj Meadows, mengonfirmasi bahwa pesan tersebut merupakan peringatan untuk melindungi pengguna. Namun, ia tidak mengungkapkan bagaimana cara Google mengetahui aktivitas serangan yang "disponsori negara" itu.

Meadows mengatakan, pengguna di beberapa negara lain juga telah menerima peringatan serupa sejak perusahaan itu mulai mengetahui adanya serangan pada Juni. Ia juga menolak menyebutkan nama negara di balik upaya peretasan yang baru-baru ini terjadi.

Juru bicara Presiden Myanmar, Ye Htut, meminta Google untuk mengidentifikasi pihak yang bertanggungjawab. Pasalnya, informasi samar tentang penyerang yang disponsori negara telah mencoreng citra negara tersebut.

"Tidak ada serangan yang disponsori negara di akun pribadi. Itu bukan kebijakan pemerintah," jelas Ye Htut.

Ia juga menerima sebuah peringatan peretasan di akun Gmail-nya pada hari Senin, sekira satu pekan setelah sebagian besar wartawan Myanmar menerima pesan yang sama. Ye Htut mem-posting foto layar email-nya di halaman Facebook untuk mendukung klaim tersebut.

Meski pemerintah Myanmar membantah keterlibatannya, tapi peringatan Google tetap "menghantui" wartawan di Myanmar dan menimbulkan kekhawatiran tentang status kebebasan pers yang baru saja dicicipi. Pasalnya, selama beberapa dekade, para wartawan di Myanmar menjadi sasaran pengawasan rutin negara tersebut.
Share this article :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. trik internet indonesia - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger