Latest Games :

Free Template »

Bookmark and Share
Home » » Warga Jerman Lebih Miskin dari Italia dan Spanyol?

Warga Jerman Lebih Miskin dari Italia dan Spanyol?

Senin, 25 Maret 2013 | 0 komentar


Sosial

Warga Jerman Lebih Miskin dari Italia dan Spanyol?

Rumah pribadi dengan halaman. Apa rata-rata warga Jerman hidup dengan itu? Studi Bank Sentral Jerman membantah kesan ini. Kesimpulannya, warga di negara krisis Euro seperti Italia dan Spanyol lebih kaya dibanding Jerman.
Dibanding dengan negara-negara tetangganya, hanya 44 persen warga Jerman yang punya rumah atau apartemen pribadi, sementara di Perancis hampir 58 persen warga punya rumah atau apartemen milik pribadi, Italia 68 persen, bahkan di Spanyol hampir 83 persen. Ini juga sebabnya jumlah kekayaan rata-rata rumah tangga di Jerman lebih rendah dibanding di Spanyol atau Italia.
Menschen Personen Familie Garten MMF17 Familie Vorgarten Einfamilienhaus Reihenhaus D 20412 PEO I Familie people Vorgarten Einfamilienhaus Haus Reihenhaus Kinder Eltern Blumen
Simbol gambar: Kesan keluarga di Jerman kaya, punya rumah dan halaman luas
Studi Bank Sentral Jerman menunjukkan, rata-rata kekayaan warga Jerman sekitar 54 ribu Euro. Di Italia sekitar 163.900 Euro, di Spanyol sekitar 178.300 Euro. Austria dengan 76.400 Euro mendekati tingkat di Jerman. Perhitungan ini berdasarkan apa yang disebut median. Yakni pilihan representatif dari 40 juta rumah tangga dengan tingkatan jumlah kekayaan dan diambil rata-ratanya.
Juga dengan penghitungan rata-rata yang biasa, kekayaan rumah tangga di Jerman jauh di bawah zona Euro. Rata-rata ini dihitung dari jumlah semua nilai kekayaan warga Jerman, lalu dibagi dengan jumlah semua rumah tangga di Jerman.
Bila rata-rata rumah tangga di Spanyol punya kekayaan 285.800 Euro, Austria 265 ribu Euro, di Jerman rata-ratanya hanya 195.200 Euro.
Risiko: Rumah sendiri Pada Usia 20
Di Jerman ada pasar sewa rumah dan apartemen yang berfungsi baik dan karena itu quota kepemilikan rumah pribadinya rendah," kata pakar statistik Christoph Schröder dari Institut für deutsche Wirtschaft di Köln. "Poin kedua adalah kami punya jaminan sosial yang bagus dan karenanya membatasi motif menabung untuk hari tua atau saat menganggur." Aspek seperti jaminan pensiun dan pendidikan gratis tidak diperhitungkan dalam studi itu.
***Achtung: Nur zur mit GdW abgesprochenen Berichterstattung verwenden!***
Dr. Özgür Öner
Leiter des Brüsseler Büros
GdW Bundesverband deutscher Wohnungs-
und Immobilienunternehmen e.V.
Özgür Öner
Juga Özgür Öner dari perhimpunan perusahaan perumahan Jerman dalam wawancara dengan DW menunjukkan bagusnya pasar sewa rumah. "Itu semua berkaitan, dimana kami pasca PD II menghadapi tantangan, bagaimana menyediakan rumah dengan cepat dan juga ruang tempat tinggal yang terjangkau."
Jerman mengikuti target agar dapat menawarkan rumah bagi seluruh lapisan masyarakat. Di Eropa Selatan sebaliknya, keluarga mengumpulkan uang, agar warga di usia 20-an sudah dapat membeli rumah atau apartemen pribadi. Itu juga berisiko, tidak mampu membayar kredit bila sampai menganggur, kata Öner.
"Membandingkan Apel dengan Pir"
Institut di Köln juga mengritik metode penghitungan studi Bank Sentral Jerman, dimana kekayaan dihitung berdasarkan rata-rata kekayaan per rumah tangga. Masalahnya: Rata-rata rumah tangga di Jerman terdiri dari dua orang atau kurang, dibanding di Spanyol dengan 2,7 orang. Artinya, kekayaan rumah tangga di Spanyol dibagi untuk lebih banyak orang dibanding di Jerman.
Bangunan baru dekat Madrid yang tidak laku disewakan setelah krisis properti landa Spanyol
Selain itu dikritik pengambilan perbandingannya tidak sepadan. Angka itu berasal dari jajak pendapat Bank Sentral di seluruh Eropa, yang bagi setiap negara menyelidiki situasi kekayaan masing-masing rumah tangganya. Bila angka bagi Jerman berasal dari tahun 2010, angka untuk Spanyol berasal dari tahun 2008, dimana di Spanyol terjadi krisis kredit perumahan. Turunnya harga rumah tidak diperhatikan, jadi kekayaan properti dinilai berlebihan, demikian Institut di Köln tersebut.
Meski demikian menurut anggota Parlemen Eropa dari Partai Hijau Sven Giegold, "Studi itu terutama menunjukkan pembagian kekayaan yang tidak seimbang baik di Jerman maupun di Eropa." Demikian kata Giegold
Share this article :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. trik internet indonesia - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger