Latest Games :

Free Template »

Bookmark and Share
Home » » Melihat Jejak 3G di Pulau Penawar

Melihat Jejak 3G di Pulau Penawar

Jumat, 08 Februari 2013 | 0 komentar

 
Indra Akuntono Direktur Technology Digital Services XL, Dian Siswarini saat menyerahkan sehelai bendera Merah Putih untuk dikibarkan di puncak BTS XL, di Desa Kampung Baru, Kecamatan Belakang Padang, Batam, Jumat (8/2/2013). Pengibaran bendera merupakan seremoni menandakan komitmen XL melayani masyarakat di daerah perbatasan.



BATAM, KOMPAS.com - Wilayah bernama Belakang Padang merupakan salah satu wilayah terluar di Indonesia. Wilayah yang masuk dalam administrasi Kota Batam, Riau Kepulauan ini berbatasan langsung dengan perairan internasional dan negara jiran Singapura.

Posisinya yang berada di perbatasan wilayah negeri ini membuatnya menjadi cukup strategis dilihat dari sisi ekonomi dan ketahanan nasional.

Operator telekomunikasi seluler XL Axiata melakukan tinjauan pada infrastrukturnya di Pulau Belakang Padang, Jumat (8/2/2013).

Pulau yang juga dikenal dengan nama Pulau Penawar Rindu ini menjadi pusat dari Kecamatan Belakang Padang yang membawahi tujuh kelurahan dan kurang lebih 55 pulau kecil di sekitarnya.

Sampai saat ini, sedikitnya 2.000 pelanggan dari Pulau Belakang Padang telah terlayani. "Selain karena pertimbangan pasar, keberadaan BTS di pulau ini sekaligus sebagai dukungan kami kepada pemerintah dalam memajukan wilayah perbatasan," kata Dian, saat meninjau BTS tersebut, di Desa Kampung Baru, Kecamatan Belakang Padang, Batam, Jumat (8/2/2013).

Direktur Technology Digital Services XL, Dian Siswarini menjelaskan, layanan komunikasi XL di Pulau Belakang Padang sudah dilakukan sejak 2004. Semua layanannya terus ditingkatkan dan sejak Maret 2012, BTS tersebut dilengkapi dengan layanan berbasis data - 3G HotRod.

Peduli Komunitas

Penduduk di kecamatan ini berjumlah kurang lebih 25.000 jiwa. Sebagian besar dari mereka bermata pencaharian sebagai pekerja di berbagai perusahaan di Batam, dan juga menjadi nelayan.

Tidak ada mobil di pulau ini. Moda transportasi yang lazim digunakan adalah motor dan becak. Sementara itu, untuk menyeberang ke Batam, warga menggunakan perahu pom-pong, dengan waktu tempuh sekitar 10-15 menit.

Sebagai wujud komitmen untuk ikut serta membangun masyarakat di sekeliling BTS dan di wilayah perbatasan, XL menyerahkan sejumlah donasi bagi komunitas warga Belakang Padang.

Dian Siswarini dan Vice President West Region XL Bambang Parikesit, menyerahkan donasi kepada komunitas pengemudi becak dan ojek di wilayah ini berupa kartu komunitas. Warga bisa memanfaatkan kartu tersebut untuk melakukan panggilan dan SMS secara gratis antar sesama anggota komunitas.

Di tempat yang sama, XL juga menyerahkan donasi pendidikan kepada sekolah terdekat di sekitar lokasi BTS, berupa peralatan sekolah. Selain di Pulau Belakang Padang, XL juga memiliki sejumlah BTS di pulau terluar lainnya.

Di wilayah sekitar Sumatera, XL memiliki BTS di Pulau Sabang (ujung Barat RI), Pulau Simeulue (Samudera Hindia), dan Natuna (Laut Cina Selatan).

Di Kalimantan, BTS XL juga melayani masyarakat di daerah perbatasan dengan Malaysia, yaitu di Pulau Sebatik dan Nunukan.

Sementara itu di Indonesia Timur, daerah perbatasan dengan Papua Nugini dan Pasifik XL menempatkan BTS untuk melayani masyarakat di Merauke dan Biak
Share this article :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. trik internet indonesia - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger